Keluarga Muda Jakarta Dominasi Konsumen Permata Mutiara Maja

Keluarga muda asal Jakarta mendominasi konsumen perumahan Permata Mutiara Maja di Kabupaten Lebak, Banten. Para pekerja kantoran memilih kawasan tersebut karena menawarkan hunian dengan akses transportasi yang memudahkan mobilitas menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya.

keluarga muda Jakarta

Marketing and Sales Director PT Bukitnusa Indahperkasa, Cornelius Widjaja, mengatakan konsumen dari Jakarta dan daerah penyangga masih menjadi pasar utama Permata Mutiara Maja.

Menurut Cornelius, keberadaan kereta rel listrik (KRL) menjadi salah satu pertimbangan penting bagi masyarakat ketika mencari hunian di kawasan Maja. Para pekerja dapat memanfaatkan transportasi tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari di Jakarta dan sekitarnya.

“Jumlah pemesan cukup meningkat karena para pekerja dari Jakarta dan sekitarnya mencari rumah yang mudah dijangkau dengan KRL. Ini menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan Maja semakin menarik sebagai pilihan tempat tinggal,” ujar Cornelius.

Minat masyarakat juga terlihat dari pilihan pembiayaan rumah. Sekitar 98 persen konsumen Permata Mutiara Maja menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk membeli hunian.

PT Bukitnusa Indahperkasa menawarkan rumah dengan harga mulai Rp166 juta hingga Rp500 jutaan. Variasi harga tersebut memberikan pilihan kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Pengembang juga menggelar akad kredit secara massal sebagai bagian dari upaya meningkatkan penjualan pada 2026. Konsumen yang mengikuti akad tersebut membeli rumah dengan kisaran harga Rp166 juta hingga Rp300 jutaan.

Cornelius melihat peningkatan aktivitas akad kredit sebagai salah satu tanda tingginya minat masyarakat terhadap hunian di kawasan Maja. Konsumen tidak hanya mencari rumah subsidi, tetapi juga menunjukkan minat terhadap hunian komersial.

Pada 2026, PT Bukitnusa Indahperkasa menargetkan penjualan sebanyak 1.400 unit rumah. Hingga saat ini, perusahaan telah mencapai lebih dari 90 persen dari target tersebut.

Cornelius mengatakan kondisi ekonomi tetap memberikan pengaruh terhadap pasar properti, meski dampaknya tidak terlalu besar. Karena itu, perusahaan terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memiliki hunian sendiri.

PT Bukitnusa Indahperkasa mengembangkan Permata Mutiara Maja di atas lahan sekitar 200 hektare di kawasan Maja, Kabupaten Lebak. Pengembang telah mengembangkan sekitar 90 hektare dan membangun kurang lebih 7.000 unit rumah.

Sekitar 5.500 kepala keluarga kini menempati kawasan Permata Mutiara Maja. Pertumbuhan jumlah penghuni turut mendorong perkembangan kawasan tersebut sebagai lingkungan hunian bagi masyarakat.

PT Bukitnusa Indahperkasa juga tercatat sebagai anggota Real Estat Indonesia (REI) dan mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Permata Mutiara Maja memiliki keunggulan dari sisi akses transportasi. Lokasinya hanya sekitar 800 meter atau dua menit perjalanan dari Stasiun Maja. Kondisi tersebut memudahkan pengguna KRL, terutama pekerja yang beraktivitas di Jakarta dan Tangerang serta keluarga muda yang mencari hunian dengan harga relatif terjangkau.