Transit Oriented Development TOD

Transit Oriented Development atau TOD adalah konsep pengembangan yang mengintegrasikan desain ruang kota untuk menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik, melalui konektivitas yang mudah dengan berjalan kaki ataupun bersepeda serta dekat dengan pelayanan angkutan umum yang sangat baik ke seluruh kota.

Saat ini, terdapat 54 titik potensial yang terdapat dalam lokasi TOD sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berperan dalam penyelenggaraan TOD sebagaimana tercantum dalam Peraturan Kepala BPTJ No. PR.377/AJ.208/BPTJ-2017 tentang Pedoman Teknis Aspek Transportasi. Dalam penyelenggaraan kawasan berorientasi angkutan umum di wilayah Jabodetabek yaitu memberikan rekomendasi teknis guna memastikan rencana pembangunan di kawasan TOD di wilayah Jabodetabek sudah memenuhi aspek-aspek transportasi dan melakukan pembinaan berupa pelaksanaan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan.

Rekomendasi Teknis TOD

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah mengeluarkan rekomendasi teknis mengenai aspek transportasi dalam TOD, yaitu:

  • 1. TOD Dukuh Atas, Jakarta
  • 2. TOD Gunung Putri, Bogor
  • 3. TOD Rawabuntu, Tangerang
  • 4. TOD Jatimulya, Bekasi

Penerapan Transit Oriented Development

Dalam perkembangan sebuah perkotaan, fasilitas transit intermoda dan kawasan transit telah menjadi aspek yang tidak terlepaskan. Fasilitas transit intermoda sendiri merupakan sebuah kawasan binaan yang di dalamnya terdiri dari berbagai fasilitas transportasi dengan harapan dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat umum.

Area di sekitar titik transit merupakan sebuah kawasan yang potensial bagi pengembangan suatu daerah. Hal ini berkaitan dengan kemudahan akses yang ditawarkan dengan adanya fasilitas transit di kawasan TOD.

Pembangunan berorientasi TOD merupakan sebuah pola pembangunan tata kota yang terintegrasi dengan sistem transportasi sehingga menciptakan sebuah kota yang efisien. Konsep TOD memiliki sebuah tujuan yaitu untuk memberikan sebuah alternatif dan pemecahan masalah bagi pertumbuhan metropolitan yang cenderung memiliki pola pengembangan yang berorientasi.

TOD mengintegrasikan jaringan transit secara regional dan melengkapi strategi pengembangan lingkungan yang telah ada di sekitar simpul transit. Kawasan TOD menggabungkan guna lahan residensial, perdagangan, jasa, perkantoran, ruang terbuka, dan ruang publik.  Sehingga memudahkan masyarakat dan pengguna untuk melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, sepeda, maupun moda transportasi umum (Calthorpe, 1993).

Sumber:

  • bptj.dephub.go.id
  • perkim.id

Share: bit.ly/transitorienteddevelopment